Text
LATIHAN ROM PASIF UNTUK MASALAH GANGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN PASCA STROKE NON HEMORAGIK DI DESAKEJUDEN PELUMBON
ABSTRAK
Stroke adalah penyakit yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah di otak, sehingga
menghalangi atau menghambat aliran darah yang kaya oksigen dibawa ke otak. Prevalensi stroke di
Jawa Barat tahun 2019 adalah 11,8% berada pada urutan ke 12 sekitar 52.511, sedangkan kabupaten
Cirebon prevalensi stroke 8,02%. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui perubahan
masalah gangguan mobilitas fisik pada pasien pasca stroke non hemoragik melalui latihan ROM
pasif di Desa Kejuden Plumbon. ROM Pasif adalah energi yang dikeluarkan pasien untuk latihan
berasal dari orang lain, perawatan, atau alat mekanik. Desain studi kasus ini menggunakan kualitatif
bersifat deskriptif pada klien yang mengalami gangguan mobilitas fisik pada pasien pasca stroke
non hemoragik didesa kejuden plumbon. Studi kasus ini dilakukan pada tanggal 5 april – 5 juni
2023. Hasil pengkajian didapatkan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik b.d penurunan
kekuatan otot. Berdasarkan studi kasus setelah dilakukan tindakan ROM Pasif selama 5 hari yang
dilakukan sebanyak 2 kali setiap harinya, didapatkan perubahan nilai kekuatan otot pada responden
yaitu meningkat dari 1 menjadi 2 pada ekstremitas atas dan bawah bagian kanan. Kesimpulan yang
didapatkan bahwa masalah gangguan mobilitas fisik teratasi sebagian. Diharapkan pasien pasca
stroke non hemoragik yang didampingi oleh keluarganya dapat menerapkan latihan ROM Pasif
secara rutin untuk masalah gangguan mobilitas fisik.
Kata kunci : Stroke non hemoragik, ROM Pasif, Gangguan mobilitas fisik
Daftar Pustaka : 5 buku + 20 Jurnal ( 2017-2022).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain