Text
TINDAKAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN SELEDRI UNTUK MENGATASI TEKANAN DARAH PADA PAENDERITA HIPERTENSI DI DESA KECAMATAN CIBINGBING KABUPATEN KUNINGAN
ABSTRAK
Pendahuluan : Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami
peningkatan tekanan darah di atas normal yang menyebabkan peningkatan angka
kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Tekanan darah 140/90
mmHg berdasarkan pada 2 fase pada setiap denyut jantung yaitu fase sistolik 140
menunjukan fase darah yang sedang dipompa oleh jantung dan fase diastolik 90
menandakan fase darah yang kembali ke jantung. Prevalensi penyakit hipertensi
sebanyak 34.11% penduduk mengalami hipertensi. Provinsi Jawa Barat
menempati posisi kedua yaitu sebesar 27.3 %, Kabupaten Kuningan memiliki
angka kejadian hipertensi, berdasarkan laporan puskesmas sebanyak 46.176
kasus. Puskesmas Cibingbin merupakan urutan yang pertama sebanyak 3.203
kasus. Upaya penanggulangan hipertensi dapat dilakukan dengan cara yaitu,
pendekatan terapi nonfarmakologi menggunakan pemberian rebusan daun seledri.
Daun seledri bermaaf untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan : Mampu
melakukan asuhan keperawatan pada penderita hipertensi dengan menerapkan
tindakan pemberian renusan daun seledri pada penderita hipertensi. Metode :
Desain studi kasus yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan
studi kasus. Metode pengumpulan data ini menggunakan observasi, wawancara
dan studi dokumentasi. Hasil : Hasil pelaksaan asuhan keperawatan pada
penderita hipertensi dengan penambahan tindakan pemberian rebusan daun saledri
yang dilakukan selama 3 hari. Kesimpulan : Setelah dilakukan implementasi
selama 3 hariberdasarkan intervensi yang direncanakan, klien mengalami
penurunan tekanan darah setiap hariny. Saran : Diharapkan klien dapat
mengkomsumsi rebusan daun seledri 1x/hari sebanyak 1 gelas unuk menurunkan
tekanan darah.
Hipertensi,Pemberian rebusan daun seledri
Daftar Pustaka : 19 (2013 – 2023)
Tidak tersedia versi lain