Text
LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN ANAK PADA An.A USIA 2 BULAN DENGAN GANGGUAN BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF AKIBAT BRONKOPNEUMONIA DI RUANG KEMUNING RSD GUNUNG JATI KOTA CIREBON
ABSTRAK
Latar belakang: Bronkopneumonia merupakan salah satu penyebab utama
gangguan pernapasan pada bayi, ditandai dengan peradangan pada bronkiolus dan
alveoli. WHO (2021) mencatat 740.180 kematian balita akibat pneumonia secara
global pada 2019. Di Indonesia, sekitar 19.000 balita meninggal karena
pneumonia pada 2018 (Kemenkes RI, 2023), dengan cakupan tertinggi tahun 2016
sebesar 65,3% dan menurun menjadi 36,95% pada 2023. Masalah keperawatan
yang sering muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat akumulasi
sekret, sehingga membutuhkan intervensi yang tepat dan berbasis bukti. Penulisan
ini bertujuan untuk memberikan informasi bahwa fisioterapi dada merupakan
intervensi yang efektif untuk meningkatkan bersihan jalan napas pada bayi dengan
bronkopneumonia. Metode: Desain yang digunakan adalah studi kasus deskriptif
pada bayi usia 2 bulan di ruang rawat inap anak. Data dikumpulkan melalui
observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan proses keperawatan. Intervensi
Evidence Based Practice (EBP) berupa fisioterapi dada diberikan selama tiga hari
berturut-turut. Hasil: Setelah dilakukan fisioterapi dada, frekuensi napas bayi
menurun dari 52x/menit menjadi 39x/menit, suara napas membaik, dan batuk
menjadi lebih efektif. Hasil ini sejalan dengan Penulisan Wardiyah et.al (2022)
yang menyatakan bahwa fisioterapi dada efektif meningkatkan bersihan jalan
napas. Kesimpulan: Fisioterapi dada terbukti efektif dalam meningkatkan
bersihan jalan napas sehingga dapat dijadikan intervensi keperawatan berbasis
bukti pada kasus bronkopneumonia.
Kata kunci: bronkopneumonia, bayi, fisioterapi dada, bersihan jalan napas,
Daftar Pustaka: 32 (2015-2025).
Tidak tersedia versi lain