Text
LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI NY.S DENGAN MASALAH KEPERAWATAN POLA NAFAS TIDAK EFEKTIF AKIBAT BBLSR DENGAN AKFISIA SEDANG DI RUANG NICU RUMAH SAKIT DAERAH GUNUNGJATI KOTA CIREBON
ABSTRAK
Latar Belakang: Asfiksia neonatorum adalah kegagalan bernapas spontan segera
setelah lahir dan menjadi penyebab 23% kematian neonatal global (WHO, 2021),
27,8% di Indonesia (Kemenkes, 2022), dan 32,67% di Jawa Barat. Di Kabupaten
Cirebon, asfiksia menyumbang 26,67% dari kematian neonatal dan sering terjadi
pada bayi BBLSR (Berat Badan Lahir Sangat Rendah). Tujuan: Memberikan
gambaran asuhan keperawatan pada bayi Ny. S dengan pola napas tidak efektif
akibat BBLSR dan asfiksia di NICU RSUD Gunung Jati. Metode: Studi kasus
dengan pendekatan asuhan keperawatan; data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil: Setelah intervensi
posisi pronasi selama 3 hari, saturasi oksigen meningkat dari 91% menjadi 98%,
frekuensi napas menurun, dan bayi tampak nyaman. Kesimpulan: Posisi pronasi
efektif memperbaiki pola napas tidak efektif pada bayi BBLSR dengan asfiksia.
Saran: Intervensi pronasi sebaiknya menjadi bagian standar di NICU, disertai
pelatihan rutin dan edukasi keluarga
Kata Kunci: Asfiksia, BBLSR, Pola Napas Tidak Efektif, Posisi Pronasi, NICU
Daftar Pustaka: 44 Jurnal (2016-2025)
Tidak tersedia versi lain