Text
LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN. I DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN KONSEP DIRI: HARGA DIRI RENDAH AKIBAT SKIZOFRENIA DI PANTI GRAMESIA CIREBON
ABSTRAK
Latar belakang: Perasaan negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya rasa
percaya diri dan harga diri, disebut harga diri rendah, dan terkait dengan risiko
depresi dan schizophrenia. Harga diri rendah dapat muncul secara tiba-tiba atau
berlangsung lama. Salah satu terapi non farmakologis yang mampu meningkatkan
harga diri adalah terapi afirmasi positif. Afirmasi positif adalah penyataan sugestif
yang dilakukan berulang kali dengan tujuan mendorong pasien untuk membangun
harga diri yang adaptif. Tujuan: Mengetahui perubahan atau efektifitas penerapan
Terapi Afirmasi Positif terhadap harga diri remah pada pasien dengan gangguan
konsep diri harga diri rendah di Panti Gramesia Cirebon. Metode: Laporan kasus
ini menerapkan pendekatan deskriptif dengan menggunakan laporan kasus. Hasil:
Implementasi dilakukan selama 3 kali pertemuan selama 1 jam diperoleh hasil
observasi pasien mengalami perbaikan. Awalnya, tanda gejala yang menunjukan
adanya harga diri rendah masih ada dengan skor 29. Namun, setelah dilakukannya
intervensi, tanda dan gejala yang menunjukan adanya harga diri rendah perlahan
menurun di angka 22. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara farmakoterapi
dan Terapi Afirmasi Positif efektif dalam meningkatkan harga diri pasien.
Kesimpulan: Terapi Afirmasi Positif efektif dalam meningkatkan harga diri pasien
dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Kata Kunci : Harga diri rendah, Skizofrenia, Terapi Afirmasi Positif
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain