Text
ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA TN. H DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK AKIBAT STROKE INFARK DI RUANG STROKE UNIT RSUD GUNUNG JATI CIREBON
ABSTRAK
Latar Belakang: Preeklampsia berat ditandai dengan tekanan darah meningkat, oedema, bahkan adanya proteinuria. Menurut WHO (2020) prevalensi metode SC indikasi preeklamsia 7%, Indonesia 13,4 %, Jawa Barat sekitar 12%, Kota Cirebon sekitar 23,7%. Tujuan: Mendapatkan pengalaman nyata dalam memberikan asuhan keperawatan maternitas pada Ny. I dengan masalah keperawatan nyeri akut akibat post operasi Sectio Caesarea atas indikasi PEB di ruang Endang Geulis RSD Gunung Jati Kota Cirebon. Metode: Desain desktiptif berbentuk studi kasus (case study). Berjumlah 1 responden pasien post SC indikasi PEB dengan 1 sampel dipilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Asuhan keperawatan pada pasien post sectio caesarea indikasi preeklampsia berat (PEB) difokuskan pada masalah keperawatan nyeri akut. Penelitian menggunakan lembar pengkajian postpartum mencakup data subjektif dan objektif, Numeric Rating Scale, tensimeter, stetoskop. Hasil: Pasien mengeluh nyeri pada luka post operasi SC di perut bagian bawah dengan panjang 10 cm secara horizontal. Diagnosa utama adalah nyeri akut dengan skala nyeri 6. Rencana keperawatannya yaitu lakukan mobilisasi dini. Implementasi keperawatan yang dilakukan yaitu melakukan teknik mobilisasi dini. Evaluasi didapatkan bahwa masalah teratasi pada hari ketiga dimana skala nyeri menurun dari 6 menjadi 2. Kesimpulan: Penelitian ini didapatkan bahwa tindakan teknik mobilisasi dini yang telah dilakukan berhasil. Saran: Dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pelayanan atau pendidikan keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan.
Kata kunci: PEB, mobilisasi dini, Asuhan Keperawatan
Daftar Pustaka: 15 (2015-2025).
Tidak tersedia versi lain