Text
LAPORAN ASUHAN KEPERERAWATAN PADA TN. D DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN AKKIBAT SKIZOFRENIA DI PANTI GRAMESIA CIREBON
ABSTRAK
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai oleh disorganisasi pikiran, persepsi, dan emosi, termasuk kecenderungan melakukan kekerasan. Risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia memerlukan penanganan komprehensif melalui pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Intervensi nonfarmakologis yang digunakan meliputi relaksasi napas dalam, psikoedukasi, manajemen kemarahan, terapi aktivitas kelompok (TAK), serta terapi psikoreligius berupa dzikir untuk mendukung kestabilan emosi dan spiritualitas pasien. Tujuan: Melakukan asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia paranoid dengan masalah risiko perilaku kekerasan melalui pendekatan intervensi non farmakologis, terutama terapi dzikir di Panti Gramesia Kabupaten Cirebon. Metode: Studi kasus ini dilakukan pada seorang pasien laki-laki berusia 49 tahun dengan diagnosis skizofrenia paranoid di Panti Gramesia Cirebon. Intervensi keperawatan dilakukan selama tiga hari melalui Strategi Pelaksanaan (SP1–SP3), diikuti terapi dzikir dan terapi aktivitas kelompok (TAK). Evaluasi dilakukan menggunakan format SOAP setiap hari. Hasil: Pasien menunjukkan penurunan frekuensi perilaku marah, peningkatan kontrol diri, serta keterlibatan aktif dalam aktivitas spiritual dan kelompok. Respon positif paling terlihat setelah terapi dzikir pada hari ketiga. Kesimpulan: Kombinasi intervensi SP1–SP3, terapi dzikir, dan TAK efektif dalam menurunkan risiko perilaku kekerasan. Saran: Terapi dzikir dapat dijadikan intervensi tambahan yang bermakna dalam keperawatan jiwa. Diharapkan tenaga keperawatan dan institusi layanan jiwa mengintegrasikan pendekatan spiritual sebagai bagian dari praktik rutin untuk meningkatkan keberhasilan rehabilitasi pasien.
Kata Kunci: Skizofrenia, Risiko Perilaku Kekerasan, Dzikir.
Daftar Pustaka: (2015–2025)
Tidak tersedia versi lain